Catatan Balapan F1 Las Vegas GP: Leclerc Masterclass, Perez Kunci P2 Klasemen

Rindi Putra
0 Komentar
Beranda
Automotive
Formula 1
News
Catatan Balapan F1 Las Vegas GP: Leclerc Masterclass, Perez Kunci P2 Klasemen

Catatan Balapan F1 Las Vegas Grand Prix

Gelaran perdana Formula 1 di Las Vegas tahun ini menghadirkan banyak hal untuk dibahas. Selain diadakan ditengah kota Las Vegas yang ikonik, balapan ini juga menghadirkan berbagai macam kontroversi diluar balapan. Tapi kali ini kita akan fokus ke balapannya saja yang bisa dibilang cukup menghibur. Berikut ini Catatan balapan F1 Las Vegas Grand Prix.

Didominasi dengan lurusan panjang, balapan kali ini menyuguhkan aksi salip - menyalip dilurusan dan juga uji keberanian siapa yang bisa menjadi 'the last to brake'. Kondisi sirkuit yang dingin juga menambah tantangan karena para pembalap harus menjaga temperatur ban dan rem agar tetap bekerja maksimal.

Yang menjadi highlight buat saya pribadi adalah performa apik dari Charles Leclerc yang mampu mencuri posisi dua dari Sergio Perez. Gaya menyerang dari Leclerc ini mengigatkan saya pada Daniel Ricciardo saat masih membalap untuk tim Red Bull.

Penampilan Kelas Dunia dari Charles Leclerc

Walaupun kembali menambah rekor "pole doang menang kagak", penampilan Charles Leclerc di Las Vegas GP sangat patut untuk disimak, apalagi bagi anda yang suka dengan overtake dengan metode late braking, performa Charles Leclerc di balapan kali ini sangat memuaskan para fans.

Tidak heran jika penonton pun memilih Charles Leclerc sebagai "Driver of the day" di balapan Las Vegas Grand Prix kali ini.

Nothing more we could have done. Shame for the safety car but I enjoyed this race. See you in Abu Dhabi 🀍 

- Charles Leclerc via. X

Walaupun berhasil meraih pole position sudah bukan rahasia lagi bahwa mobil Red Bull masih lebih baik dari pada Ferrari, maka dari itu, Leclerc sangat layak mendapat gelar DOTD karena bisa memberikan perlawanan yang sengit sampai akhir balapan kepada dua pembalap Red Bul.

Penampilan Charles Leclerc di Las Vegas ini mengingatkan saya kepada performa Daniel Ricciardo saat dia membalap untuk Red Bull dahulu dimana dia sering dijuluki "the master of late braking".

Max Verstappen masih berada di level yang berbeda

Meskipun mendapatkan penalti 5 detik karena insiden di lap pertama, tidak membuat Max Verstappen lemah sedikitpun, dia tetap keluar sebagai juara balapan. Bahkan dalam komunikasi radio pun Max terlihat santai menerima berita penalti tersebut dan terlihat yakin bisa mengkompensasi penalti tersebut.

Tidak hanya harus mengkompensasi penalti lima detik, Verstappen juga harus menyesuakian gaya membalap setelah mobilnya mendapat kerusakan di bagian front wing setelah bersenggolan dengan mobil George Russel di lap 25.

Meskipun dengan kondisi seperti itu, Verstappen masih bisa menjauh dari pembalap lain dibelakangnya. Sepertinya Max Verstappen harus dikasih ballas (pemberat) agar bisa dikejar oleh pembalap lain. Hehe... Walaupun Max kembali menjadi pemenang balapan, tapi di balapan kali ini Max harus bekerja lebih keras.

Let’s gooo guys!!! πŸ’ͺ Another amazing result @redbullracing πŸ‘

Had a lot of fun out there today, great racing! πŸ™Œ See you next year Vegas 🎲🎰

- Max Verstappen

Strategi nekat untuk Tsunoda

Dari beberapa grafik yang tentang Las Vegas GP, ada hal menarik dari strategi pemilihan ban dan waktu pit stop. Yuki Tsunoda yang start dengan ban Soft selalu melakukan pit stop atau ganti ban beberapa lap sebelum safety car muncul.

Catatan Balapan F1 Las Vegas Grand Prix
Image source: Formula Data Analysis

Hal ini menarik karena strategi pit stop Tsunoda seperti menutup mata pada keadaan balapan yang setiap saat berubah. Saat tim lain rela menunggu momen (safety car),Yuki Tsunoda malah melakukan penggantian ban secara prematur dan ini berulang.

Yuki Tsunoda sendiri mengkonfirmasi saat diwawancara bahwa dia memilih strategi yang tidak wajar karena dari mobilnya sendiri pada dasarnya memang lambat di Las Vegas. Oleh karena itu dia harus rela mengambil resiko dari sisi strategi.

Not a good weekend for us. Our pace wasn’t strong here like other races, so I wanted to try a completely different setup to get closer to the top 10 for qualifying. In the end it didn’t work so my race wasn’t competitive, but I’m happy that I got to try something at least

- Yuki Tsunoda

Dari hal ini terlihat bahwa Tsunoda telah komitmen terhadap strategi undercut yang mana setelah balapan selesai diketahui bahwa strategi undercut tersebut sangat tidak efektif dan malah merugikan. Ditambah lagi, kehilangan momen ganti ban saat safety car keluar.

Sergio Perez mengunci posisi 2 di klasemen pembalap

Setelah hampir terkejar oleh Lewis Hamilton di posisi driver championship, Sergio Perez akhirnya bisa bernafas lega karena dia berhasil mengunci posisi dua di klasemen pembalap tahun ini.

Setelah gagal meraih poin di Mexico, posisi Sergio Perez di klasemen pembalap semakin terancam oleh Lewis Hamilton yang tampil konsisten walaupun dengan mobil yang kurang kompetitif. Namun akhirnya gelar itupun berhasil Perez kunci berkat poin yang diraihnya di Las Vegas ini.

What a great comeback! We were close to winning, but we had too much downforce which reduced our top speed. Great job by Max and Charles. I'm very happy to have secured the runner-up spot after such a tough season.

- Sergio PΓ©rez

Setelah Las Vegas GP, Sergio Perez berhasil mengumpulkan 273 poin, berbeda 41 poin dengan Hamilton yang memiliki 232 poin. Dengan hasil ini Sergio Perez secara resmi mengunci gelar posisi kedua dan Hamilton mengunci gelar posisi ketiga di klasemen pembalap F1 tahun 2023.

Performa Solid Lance Stroll dan Esteban Ocon

Pada Las Vegas Grand Prix kali ini kita disuguhkan performa yang sangat solid dari Lance Stroll dan Esteban Ocon. Start dari posisi 19, Stroll berhasil naik terus dan finish di posisi lima. Hal ini juga tidak terlepas dari strategi pit stop yang diambil.

Stroll masuk pit (ganti ban) pada kondisi safety saja, dengan begitu dia tidak terlalu kehilangan banyak waktu. Selain itu, performa Stroll sebagai seorang pembalap juga terlihat sangat baik. Walaupun jarang ditampilkan di siarang langsung, Lance Stroll beberapa kali melakukan overtake yang sangat berani.

Hampir sama dengan Stroll, Esteban Ocon start dari belakang P-16 namun bisa finish di posisi empat merupakan pencapaian yang sangat luar biasa. Karena di balapan - balapan sebelumnya, posisi empat biasanya diisi oleh tim - tim juara.

Baca juga:

Penulis blog

Rindi Putra
Rindi Putra
Graphic Designer & Technology Junkie Graduated with 'International Trade Management' Major | 2 Years of Professional career on International Shipping Company & 3 Years career on Local Fashion Brand Company | 10 Years (and still counting) as Digital content creator. Feel free to connect with me on Social Media Twitter/Instagram: @rindiputra

Tidak ada komentar

Mohon maaf komentar Anda tidak akan langsung muncul karena ada proses moderasi. Terpaksa harus dilakukan untuk menyaring komentar spam yang merugikan banyak pihak. Terima kasih atas pengertiannya. Selamat membaca!