Beranda
Automotive
Ferrari
Formula 1
Max Verstappen
News
Peraturan
Red Bull
Sports
Ini Jawaban FIA Kenapa Balapan Berakhir dengan Safety Car di British GP
Ini Jawaban FIA Kenapa Balapan Berakhir dengan Safety Car di British GP
Safety Car Memandu Para Pembalap di British GP 2026

Balapan F1 British GP 2026 di Sirkuit Silverstone minggu lalu berakhir dengan 'dipandu' oleh Safety Car (SC) hingga garis finish. Hal ini menimbulkan kekecewaan, baik dari penonton maupun dari para pembalap. Ternyata ini jawaban dari FIA (induk organisasi balapan Formula 1) yang memutuskan untuk tidak melanjutkan balapan dengan kondisi normal, melainkan dengan finish di belakang Safety Car.

Hasil finish dengan Safety Car di British GP diawali dengan Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, yang mengalami insiden di tikungan Stowe pada lap ke-48 dari total 52 lap (48/52). Dengan tersisa 4 lap, banyak dari pembalap yang berebut masuk pit untuk mengganti dengan ban yang baru dengan harapan balapan akan dilanjutkan di sisa satu atau 2 lap terakhir dan mereka dapat memperbaiki posisi di akhir balapan.

Sinyal "Safety Car Ending" padahal sudah muncul

Setelah mobil di belakang melakukan unlap (menyusul untuk bergabung lagi ke belakang barisan), pada lap 51/52 sinyal atau tulisan "Safety Car Ending" muncul di layar TV yang menandakan bahwa balapan akan dilanjutkan dalam kondisi normal di sisa 1 lap terakhir dan para pembalap bersiap-siap untuk saling menyalip setelah mobil SC masuk pit.

Namun, di akhir tikungan, mobil SC tidak masuk pit, melainkan melanjutkan memandu para pembalap kembali memutari sirkuit, yang berarti para driver akan finish di belakang mobil SC.

Inilah Jawaban FIA Kenapa Balapan Berakhir dengan Safety Car di British GP

Dalam rilisnya, FIA mengatakan bahwa satu lap penuh harus dilakukan setelah mobil paling belakang melakukan prosedur unlap. Terkait tulisan Safety car ending, mereka mengatakan itu adalah kesalahan dari sistem (software error). Jadi, mobil SC sudah mengikuti prosedur yang benar.

"The Safety Car period regulation, Article B5. 13.5, states that one lap must be completed following the unlapping procedure," said an FIA statement. This process was followed by Race Operations. The 'Safety Car In This Lap' message was displayed erroneously due to a software error." -FIA

Para pembalap dan fans berharap balapan dilanjutkan

Sebagai penggemar F1, pastinya ingin mendapatkan akhir balapan yang klimaks dan menegangkan, begitu pun dengan para pembalap. Banyak dari mereka yang berharap mengakhiri balapan dengan kecepatan penuh (balapan normal).

"Mungkin ini bukan cara finish yang saya impikan, tapi menang lagi setelah berkali - kali balapan rasanya (tetap) memuaskan." -Charles Leclerc, Pembalap Ferrari

Meskipun Charles Leclerc pada saat itu tetap mempertahankan posisi pertama sampai selesai balapan, Leclerc mengungkapkan bahwa jika bisa memilih, dia pastinya akan memilih untuk menyelesaikan balapan dengan kondisi normal, bukan dipandu oleh Safety Car.

Keselamatan tetap yang utama. Pada akhirnya, faktor keselamatan akan selalu menjadi prioritas. Meskipun kita sudah membayangkan akan mendapatkan hiburan dari satu lap tersisa, jika faktor keselamatan diabaikan, akibatnya akan fatal dan diakhiri dengan penyesalan.

Baca juga:

Penulis blog

Rindi Putra
Rindi Putra
Graphic Designer & Technology Junkie Graduated with 'International Trade Management' Major | 2 Years of Professional career on International Shipping Company & 3 Years career on Local Fashion Brand Company | 10 Years (and still counting) as Digital content creator. Feel free to connect with me on Social Media Twitter/Instagram: @rindiputra

Tidak ada komentar

Mohon maaf komentar Anda tidak akan langsung muncul karena ada proses moderasi. Terpaksa harus dilakukan untuk menyaring komentar spam yang merugikan banyak pihak. Terima kasih atas pengertiannya. Selamat membaca!